Liga basket pelajar tingkat kota kembali bergulir dengan format baru yang lebih ringkas dan berjenjang. Sebanyak enam puluh sekolah menengah atas mengirimkan tim, terbagi dalam beberapa wilayah sebelum bertemu pada babak gugur. Penyelenggara menyebut format ini dirancang agar pemain tidak terlalu lama meninggalkan pelajaran dan setiap tim memperoleh cukup kesempatan bertanding.
Ketua penyelenggara, Yoga Pratama, mengatakan perubahan format mempertimbangkan masukan sekolah dan guru olahraga. Pertandingan diadakan pada sore hari sehingga tidak mengganggu jam belajar, dan setiap tim wajib membawa pendamping dari pihak sekolah. Panitia juga menetapkan aturan yang menekankan sportivitas, termasuk sanksi tegas bagi perilaku kasar di lapangan maupun di tribun.
Baca Juga: Atlet Panahan Sumbang Medali Emas di Kejuaraan Nasional
Semangat sportivitas
Pada pekan pembuka, sejumlah pertandingan berlangsung ketat hingga detik terakhir. Sekolah unggulan dari tahun lalu bahkan harus bekerja keras mengalahkan tim debutan yang tampil tanpa beban. Para penonton, sebagian besar teman sekolah dan orang tua pemain, memberi dukungan meriah dengan yel-yel dan tabuhan drum yang membuat suasana gelanggang semakin hidup.
Wasit dan pengawas pertandingan menerima pelatihan agar mampu memimpin laga dengan adil. Mereka diminta memberi penjelasan singkat kepada pemain bila terjadi pelanggaran, sehingga pertandingan menjadi sarana belajar. Penyelenggara menekankan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan, melainkan pembentukan karakter, kerja sama, dan rasa hormat terhadap lawan.
Seorang pemain, Kevin, mengaku senang karena liga ini memberi kesempatan bermain di lapangan yang layak dan disaksikan banyak orang. Ia bercita-cita menjadi pemain profesional dan menganggap kompetisi pelajar sebagai batu loncatan. Ia juga belajar mengatur waktu antara latihan dan tugas sekolah agar prestasi akademiknya tidak menurun.
Pembinaan dan beasiswa
Panitia bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang memberi kesempatan seleksi beasiswa bagi pemain berprestasi. Pemandu bakat akan hadir pada babak final untuk menilai kemampuan pemain. Skema ini diharapkan membuka jalan bagi pelajar berbakat dari keluarga sederhana untuk melanjutkan pendidikan tinggi sambil tetap menekuni olahraga.
Selain pertandingan, liga menyertakan kegiatan pendukung seperti klinik kepelatihan, penyuluhan gizi, dan lokakarya pencegahan cedera. Pelatih senior berbagi pengalaman dengan guru olahraga agar kualitas pembinaan di sekolah meningkat. Kegiatan tambahan ini dinilai memberi manfaat luas bagi ekosistem bola basket pelajar.
Sponsor lokal dari usaha percetakan, toko olahraga, dan bank daerah turut mendukung penyelenggaraan liga. Mereka menyediakan seragam, bola, dan hadiah bagi para juara. Panitia menekankan bahwa dukungan sponsor tidak mempengaruhi jalannya pertandingan, dan seluruh keputusan tetap berada pada komite pertandingan yang terdiri dari perwakilan sekolah, guru, dan pelatih independen.
Bagi banyak sekolah, ikut serta dalam liga adalah pengalaman berharga meski belum tentu menjadi juara. Tim yang kalah di babak awal biasanya pulang dengan catatan evaluasi dan semangat memperbaiki diri. Guru olahraga mengatakan proses belajar dari kekalahan sama pentingnya dengan merayakan kemenangan, karena membentuk ketangguhan yang berguna dalam kehidupan pelajar.
Jadwal lengkap pertandingan dapat dilihat di laman resmi dinas pendidikan dan akan diperbarui setiap pekan agar pelajar, orang tua, dan pendukung sekolah dapat menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.
Babak final direncanakan berlangsung di gelanggang olahraga kota dengan tiket gratis bagi pelajar. Penyelenggara berharap liga ini menjadi kalender tetap yang ditunggu setiap tahun dan melahirkan bintang-bintang baru bola basket nasional. Sekolah yang ingin mendaftar pada musim berikutnya dapat menghubungi dinas pendidikan atau panitia penyelenggara.



