Maraton tahunan kota kembali digelar dan diikuti lebih dari lima ribu pelari dari puluhan negara. Sejak dini hari, peserta memadati garis start dengan semangat tinggi meski udara masih dingin. Rute yang melewati pusat kota, kawasan bersejarah, dan tepi sungai membuat ajang ini digemari pelari yang ingin menikmati suasana kota sambil menguji ketahanan fisik mereka.
Direktur penyelenggara, Kartika Sari, menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Kategori yang dipertandingkan meliputi maraton penuh, setengah maraton, dan lari sepuluh kilometer untuk pemula. Panitia juga menyiapkan kategori khusus bagi pelari penyandang disabilitas sebagai wujud komitmen membuat olahraga lebih inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
Baca Juga: Liga Basket Pelajar Kembali Bergulir dengan Format Baru
Persiapan panitia
Pelaksanaan maraton membutuhkan persiapan matang. Panitia bekerja sama dengan kepolisian dan dinas perhubungan untuk menutup sebagian ruas jalan dan mengatur lalu lintas. Titik penyediaan air minum dan buah-buahan dipasang setiap dua setengah kilometer, sementara tim medis disiagakan di sepanjang rute lengkap dengan ambulans dan petugas pertolongan pertama.
Relawan mencapai ribuan orang, sebagian besar mahasiswa dan anggota komunitas lari. Mereka bertugas membagikan minuman, mengarahkan peserta, dan menyemangati pelari di sepanjang rute. Salah satu relawan, Nadia, mengaku senang bisa terlibat karena merasakan langsung suasana penuh semangat dan solidaritas di antara peserta dari beragam latar belakang.
Warga sekitar rute ikut memeriahkan dengan menyiapkan musik, tepuk tangan, dan poster penyemangat. Beberapa keluarga bahkan membagikan camilan kepada pelari yang melintas. Suasana meriah ini menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak peserta luar negeri mengaku ingin kembali pada tahun-tahun berikutnya karena menyukai keramahan warga.
Dampak ekonomi
Kehadiran ribuan peserta dan pendamping memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Hotel, restoran, dan toko cendera mata mencatat kenaikan pengunjung. Pemerintah kota menyebut kegiatan olahraga berskala internasional seperti ini dapat menjadi sarana promosi pariwisata sekaligus mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat luas.
Pada kategori maraton penuh, juara putra dan putri berasal dari negara tetangga dengan catatan waktu yang mendekati rekor lintasan. Pelari lokal terbaik menempati posisi ketiga dan mendapat sambutan meriah saat menyentuh garis finis. Panitia memberikan medali kepada seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan lomba sebagai penghargaan atas usaha mereka.
Aspek keselamatan mendapat perhatian khusus. Peserta diwajibkan menyerahkan surat keterangan sehat dan diimbau mengenali batas kemampuan diri. Petugas medis mencatat beberapa pelari yang mengalami kram otot dan kelelahan, tetapi seluruhnya mendapat penanganan cepat di lokasi. Panitia mengingatkan pentingnya pemanasan, hidrasi, dan pengaturan kecepatan sepanjang lomba agar tubuh tidak kehabisan tenaga.
Ajang ini juga dimanfaatkan untuk menggalang dana sosial. Sebagian biaya pendaftaran disalurkan untuk pembangunan fasilitas olahraga bagi anak-anak di daerah tertinggal. Para peserta menyambut baik inisiatif tersebut karena merasa berlari bukan hanya untuk kebugaran pribadi, melainkan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Peserta juga diingatkan menaati aturan lalu lintas selama berlatih menjelang lomba, terutama saat berlari di jalan umum, agar keselamatan diri dan pengguna jalan lain tetap terjaga.
Penyelenggara berencana memperluas kegiatan tahun depan dengan menambah kategori dan memperkuat aspek keberlanjutan, seperti pengurangan sampah plastik dan penggunaan gelas yang dapat dipakai ulang. Pendaftaran akan dibuka beberapa bulan sebelumnya. Warga yang ingin berpartisipasi dianjurkan mulai berlatih sejak sekarang agar siap menghadapi tantangan lintasan.



