Lewati ke konten
Iklan
Iklan header
Iklan
Iklan kiri
Iklan
Iklan kanan

Program Gizi Sekolah Diperluas ke Daerah Terpencil

Bagikan
Program Gizi Sekolah Diperluas ke Daerah Terpencil
Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi)

Pemerintah memperluas program gizi sekolah hingga menjangkau daerah terpencil dan kepulauan. Melalui program ini, siswa sekolah dasar mendapat makanan bergizi seimbang setiap hari sekolah. Tujuannya menurunkan angka gizi kurang, meningkatkan konsentrasi belajar, dan mendukung kehadiran siswa di kelas. Tahap awal perluasan mencakup ratusan sekolah yang sebelumnya belum tersentuh layanan serupa.

Kepala dinas pendidikan setempat, Marlina, mengatakan makanan disiapkan oleh dapur yang dikelola kelompok ibu-ibu di sekitar sekolah. Bahan baku dibeli dari petani dan nelayan lokal sehingga perputaran ekonomi desa ikut terdorong. Menu disusun oleh ahli gizi dan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di masing-masing daerah agar tetap segar dan terjangkau.

Baca Juga: Layanan Administrasi Kependudukan Kini Bisa Diakses Lewat Aplikasi

Tantangan distribusi

Mengirim bahan pangan ke daerah terpencil bukan perkara mudah. Sebagian sekolah hanya bisa dijangkau dengan perahu kecil atau berjalan kaki berjam-jam. Pemerintah menyiapkan skema pengadaan bahan lokal dan gudang kecil di tingkat kecamatan supaya pasokan tidak bergantung penuh pada pengiriman dari kota. Biaya logistik yang tinggi menjadi salah satu perhatian utama.

Iklan
Iklan dalam artikel

Kualitas dan keamanan pangan juga diawasi ketat. Petugas kesehatan melatih pengelola dapur mengenai kebersihan, penyimpanan, dan pengolahan makanan. Sampel makanan disimpan untuk diperiksa bila terjadi keluhan. Upaya ini diperlukan agar program yang bertujuan baik tidak justru menimbulkan masalah kesehatan akibat pengolahan yang kurang higienis.

Seorang guru di sekolah dasar terpencil, Pak Aris, menuturkan bahwa sejak program berjalan anak-anak lebih bersemangat datang ke sekolah. Sebelumnya, banyak siswa berangkat tanpa sarapan dan mengantuk saat pelajaran. Kini mereka lebih fokus, bahkan orang tua yang dulu ragu menyekolahkan anak mulai melihat sekolah sebagai tempat yang membantu keluarga.

Manfaat jangka panjang

Ahli gizi menilai intervensi sejak usia sekolah dasar berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak yang tercukupi gizinya cenderung tumbuh sehat, lebih jarang sakit, dan memiliki kemampuan belajar lebih baik. Dampaknya diperkirakan terlihat dalam beberapa tahun ke depan melalui perbaikan prestasi belajar dan penurunan angka putus sekolah.

Sejumlah pihak mengingatkan bahwa program gizi harus dibarengi edukasi. Anak-anak dan orang tua perlu memahami pentingnya pola makan seimbang dan kebiasaan cuci tangan. Sekolah didorong membuat kebun kecil agar siswa belajar menanam sayur sekaligus mengenal asal makanan, yang sekaligus menjadi sarana pembelajaran sains dan lingkungan.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah pusat dan daerah berbagi tanggung jawab. Dana pusat dialokasikan untuk bahan pangan dan honor pengelola dapur, sedangkan pemerintah daerah menyediakan sarana pendukung seperti air bersih, peralatan masak, dan tempat penyimpanan. Skema pembagian ini dirancang agar program tetap berjalan pada tahun-tahun berikutnya meskipun kemampuan fiskal masing-masing daerah berbeda.

Sejumlah orang tua turut mengambil peran dengan menjadi relawan di dapur sekolah. Mereka bergantian membantu memasak, membagikan makanan, dan membersihkan peralatan. Kegiatan gotong royong ini bukan hanya meringankan biaya operasional, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat sehingga program terasa dimiliki bersama dan tidak sekadar dijalankan oleh pemerintah.

Pemerintah akan mengevaluasi program secara berkala, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan siswa serta tingkat kehadiran. Hasil evaluasi menjadi dasar penyempurnaan, misalnya perbaikan menu atau penambahan dapur. Masyarakat dapat menyampaikan masukan melalui pihak sekolah maupun kanal pengaduan yang disediakan pemerintah daerah.

  • Penulis: Laras Ayu
  • Editor: Hendra Kusuma
  • Sumber: Keterangan tertulis
Iklan
Iklan setelah artikel

Tinggalkan komentar