Angka pencurian sepeda motor di sejumlah kawasan permukiman menurun setelah kepolisian menambah patroli malam dan bekerja sama dengan pengurus lingkungan. Data kepolisian menunjukkan laporan kasus turun hampir sepertiga dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Petugas menyebut kehadiran patroli yang rutin dan terlihat memberi efek jera bagi pelaku yang biasa beraksi pada dini hari.
Kepala kepolisian sektor, Komisaris Rahmat Hidayat, mengatakan patroli dilakukan secara acak di titik-titik rawan, seperti area parkir minimarket, gang sempit, dan kawasan indekos. Petugas juga membagikan nomor telepon yang dapat dihubungi warga bila melihat gerak-gerik mencurigakan. Respons cepat setelah laporan diterima menjadi kunci berhasilnya penangkapan beberapa pelaku dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Kasus Pemalsuan Dokumen Tanah Dilimpahkan ke Kejaksaan
Peran warga
Selain patroli polisi, keterlibatan warga dinilai sangat menentukan. Banyak lingkungan kembali mengaktifkan ronda malam secara bergiliran, memasang lampu jalan tambahan, dan membuat grup pesan untuk saling mengabari. Ketua rukun warga di sebuah perumahan, Sugeng, mengatakan pencurian menurun drastis sejak kamera pengawas dipasang di pintu masuk dan portal ditutup pada malam hari.
Polisi juga mengimbau pemilik kendaraan tidak lengah. Kunci ganda, kunci setang, dan penggunaan alarm dapat memperlambat pelaku sehingga aksinya mudah terpergok. Kendaraan sebaiknya tidak dibiarkan diparkir di tempat gelap tanpa pengawasan, dan pemilik dianjurkan menyimpan salinan surat kendaraan serta nomor rangka di tempat berbeda agar memudahkan pelacakan bila terjadi kehilangan.
Penadah dan penindakan
Kepolisian menegaskan pemberantasan pencurian tidak cukup menangkap pelaku di lapangan. Penadah yang membeli kendaraan curian dan menjualnya kembali atau memecahnya menjadi suku cadang juga menjadi sasaran. Dalam beberapa bulan terakhir, polisi menggerebek bengkel yang menampung motor tanpa surat-surat dan menyita puluhan unit kendaraan.
Warga yang membeli kendaraan bekas diingatkan memeriksa kelengkapan dokumen dan mencocokkan nomor rangka serta nomor mesin. Harga yang jauh di bawah pasaran patut dicurigai. Membeli barang hasil kejahatan dengan sengaja dapat berujung pada pidana, meskipun pembeli tidak terlibat dalam pencurian itu sendiri.
Pakar kriminologi dari sebuah universitas negeri, Hadi Prasetyo, menilai pendekatan pencegahan situasional terbukti efektif menekan kejahatan jalanan. Pencahayaan yang baik, pengawasan alami dari warga, dan akses yang terkontrol membuat pelaku merasa risikonya lebih tinggi daripada keuntungannya. Menurut dia, penindakan hukum tetap diperlukan, tetapi pencegahan lebih murah dan mengurangi jumlah korban sejak awal.
Beberapa perumahan kini menerapkan sistem parkir bersama di dalam area berpagar dengan petugas yang berjaga bergiliran. Penghuni cukup membayar iuran kecil setiap bulan untuk keamanan tersebut. Sistem ini dianggap lebih murah dibandingkan kerugian akibat kehilangan kendaraan, sekaligus menumbuhkan kebiasaan saling menjaga antarwarga yang sebelumnya jarang berinteraksi satu sama lain.
Warga juga diajak memasang stiker peringatan di area parkir sebagai bentuk pencegahan. Pesan sederhana tentang adanya pengawasan lingkungan terbukti membuat calon pelaku berpikir dua kali sebelum beraksi di kawasan tersebut.
Ke depan, kepolisian berencana memperluas jangkauan patroli dan memasang lebih banyak kamera di titik rawan. Program ini akan dievaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan hasilnya berkelanjutan. Warga diminta terus menjaga kewaspadaan dan tidak ragu melapor, karena keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.



